Senin, 26 September 2016

Pernah aku merasa bahwa hidupku jauh lebih sempurna dari mereka. Ketika kumiliki seseorang yang kupikir mampu melengkapi segala kurangku. Dia.. Makhluk istimewa yang hadir di saat-saat dimana aku memang tengah membutuhkan kehadiran seseorang untuk mengusir sepiku.
Manis. Ya.. Begitulah kira-kira rasanya. Bagaimanapun, buatku yang terbiasa dengan hari-hari yang hambar, mengecap rasa baru di hidupku merupakan suatu kemewahan. Betapa aku menikmati lembutnya kata dan derasnya hujan perhatian yang tak pernah lewat ia kirimkan pada sang pagi hingga malam tenggelam dalam pekatnya. Kupikir, dialah cinta. Sosok paling tepat untuk kulabuhkan segala asa di pundaknya. Sang adam yang kan kulengkapi rusuknya dan tempat kusandarkan segala ketaatanku.